Senin, 14 November 2011

Kapal Yang Berlayar Di Darat



Kapal yg Berlayar di Darat
Pada cerita arabasta luffy dkk bertemu dengan para bajak laut dengan kapal yg bisa berlayar digurun. Pernah kepikiran kalo kapal berlayar di darat itu nyata?

yups, itu memang nyata. Mungkin scene kapal berlayar digurun itu, oda terinspirasi dengan ide gila Sultan mehmed II. lantas siapa itu sultan mehmed II??

Sultan mehmed II nama aslinya adalah muhammad al fatih, dia menjadi sultan turki dan berhasil menaklukan konstantinopel lewat aksinya yang sangat terkenal yang dikenal sebagai "kapal yang berlayar di daratan" pada waktu itu dia memerintahkan prajurit untuk memindahkan kapalnya melewati gurun. Dia pula orang yang bermasalah dengan dracula.

Saat itu sultan mehmed dengan pasukan ottoman turki lagi berperang merebutkan jerusalem kembali dari tangan kristen. Mereka berusaha melewati Tanjung Emas dengan kapal mereka. Tetapi selalu dihalangi oleh pasukan Salib.

“Kalian tawan semua kapal Bizantium atau kalian semua tenggelam.” Selesai mengucapkan kata-kata itu ia memacu kudanya sampai ke
bibir pantai. Lecutan semangat dari sang sultan itu mampu membangkitkan kembali moral pasukan Turki Ottoman. Mereka
kembali bertempur, berusaha menerjang rantai-rantai di lautan. Namun sekali lagi usaha ini tidak berhasil. Pasukan laut
Bizantium yang telah bergabung dengan pasukan Salib berhasil
menghadang gerak maju pasukan Turki Ottoman.

Kegagalan serangan laut itu membuat gusar Sultan Mehmed
II. Ia segera memecat panglima angkatan laut, Palta Oglu,
menggantikannya dengan Hamzah Pasha. Sementara itu,
moral prajurit Turki Ottoman kembali meluruh. Keadaan inilah yang mendorong Khalil Pasha, wazir Turki Ottoman, mengusulkan pada Sultan Mehmed II untuk membatalkan
serangan dan menerima kesepakatan yang ditawarkan oleh Kaisar Konstantinopel. Jelas, usul tersebut ditolak mentah-mentah oleh Sultan Mehmed II.

Sebagai pewaris Kesultanan Turki Ottoman ia tidak akan
menyerah begitu saja. Maka ia berpikir keras agar jalan buntu
itu bisa diurai. Ia mempunyai keyakinan pasti ada jalan keluar untuk bisa menerobos Tanjung Emas. Dan benar, setelah berpikir dengan serius akhirnya Sultan
Mehmed II menemukan ide yang
menakjubkan, yaitu
memindahkan kapal dari lautan lewat darat.

Begitu mendapatkan ide “gila”, pada malam harinya Sultan
Mehmed II memerintahkan agar
prajuritnya memindahkan kapal
perang dari laut ke darat.
Awalnya ide ini dijalankan dengan setengah hati oleh para prajurit Turki Ottoman karena
mengira sultan mereka telah gila
akibat tidak berhasil melakukan serangan dari laut. Akan tetapi,
setelah Sultan Mehmed II menjelaskan secara rinci bagaimana cara memindahkan kapal-kapal itu, mereka mulai bisa menerima
Awalnya Sultan Mehmed II memerintahkan pada prajuritnya untuk mengumpulkan kayu
gelondongan dan minyak goreng. Kayu-kayu tersebut kemudian diolesi dengan minyak goreng sehingga menjadi licin.

Setelah semuanya siap kemudian sang sultan memerintahkan agar
kapal-kapal perang mulai ditarik ke daratan dengan menjadikan kayu-kayu gelondongan sebagai rodanya. Para prajurit bekerja keras menjalankan perintah
sultannya. Mereka terus bekerja sepanjang malam.

Pada malam itu, dengan diterangi bintang gemintang,
kapal-kapal perang Turki Ottoman mulai berlayar di daratan. Kapal-kapal tersebut
melintasi lembah dan bukit. Sebuah peristiwa yang
kelihatannya tidak masuk akal.

Akhirnya, berkat kerja keras pasukan Turki Ottoman, ketika pagi telah pecah di ufuk timur, 70 kapal perang Turki Ottoman
telah berpindah lokasi, berhasil melintasi Tanjung Emas lewat daratan, melintasi Besiktas ke
Galata.

Rakyat Bizantium begitu terkejut melihat peristiwa “kapal-kapal yang berlayar di daratan”.
Mereka tak percaya dengan kejadian yang mereka lihat.
Karena tak percaya, sebagian dari mereka menggosok-gosok
mata, dan sebagian yang lain mencubit diri mereka sendiri
untuk memastikan bahwa semuanya bukan mimpi. Tapi
kenyataan memang kenyataan.
Setelah yakin bahwa peristiwa yang mereka lihat adalah
kenyataan, tuduhan-tuduhan pun mulai terlontar. Sebagian
dari mereka berpandangan
bahwa pasukan Turki Ottoman pastilah dibantu oleh jin dan
setan.

Sementara itu, Yilmaz Oztuna, penulis buku “Osmanli Tarihi”, menceritakan bagaimana seorang ahli sejarah Bizantium
berkata, “Tidaklah kami pernah melihat atau mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad al-Fatih telah menukar darat menjadi lautan, melayarkan kapalnya di puncak gunung dan bukannya di ombak lautan. Sesungguhnya
Muhammad al-Fatih dengan usahanya ini telah mengungguli
yang pernah dilakukan Alexander
the Great!”

1 komentar:

ibnunashr mengatakan...

yang pasti bukan menaklukan yerusalem mas, tapi menaklukan kota konstantinopel alias istanbul, dan itu di turki bukan di palestina/yerusalem

Posting Komentar